Bela Negara Tak Sekadar Seremonial, ASN Kesehatan Dibekali Analisis Lingkungan Strategis
Administrator, 2 minggu yang lalu
|
34
Semarang, 21 Januari 2026 — Dari ruang widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Jawa Tengah, Muh Khamdan, menegaskan peran strategis aparatur sipil negara (ASN) dalam membaca dan merespons dinamika lingkungan strategis kebangsaan Indonesia. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) yang diikuti 20 peserta tenaga medis dari sejumlah rumah sakit umum pemerintah (RSUP), Rabu (21/1/2025). Menurut Khamdan, ASN dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang dalam analisis isu strategis agar mampu menjalankan peran sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus pemersatu bangsa.
Agenda sikap dan perilaku bela negara menjadi substansi yang menyedot antusiasme peserta. Diskusi berkembang dinamis, menautkan praktik profesional tenaga kesehatan dengan nilai kebangsaan. Yuyun Azizah Kudadiri dari BPFAK Medan mengangkat fenomena “Jamu Party” di kalangan Generasi Z sebagai pintu masuk penguatan kearifan lokal dalam promosi kesehatan. Sementara itu, Nirwana Safitri dari RS Harapan Kita Jakarta, memaparkan pentingnya integrasi medis dalam penanganan bencana sebagai wujud kolaborasi lintas sektor.
Bahasan lain menyoroti strategi komunikasi publik dan kemandirian kesehatan nasional. Shabrina Mutya Sari dari Poltekkes Tanjung Pinang menekankan peran media publikasi dalam penyadaran kesehatan yang akurat dan beretika. Adapun Sita Devi Anggraeni dari RSUP Kariadi Semarang menggarisbawahi penggunaan produk obat dan alat kesehatan buatan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan industri kesehatan nasional. Ragam perspektif tersebut memperkaya pemahaman peserta tentang bela negara dalam konteks kerja profesional sehari-hari.
160.jpg278.56 KB Khamdan menutup sesi dengan mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan potensi hayati, alam, dan sosial yang besar, akan selalu dihadapkan pada ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Karena itu, setiap ASN perlu membekali diri dengan kemampuan analisis isu strategis kebangsaan. “Kesadaran ini akan menuntun ASN untuk hadir secara utuh, menjaga kepentingan publik, melayani dengan integritas, dan merawat persatuan,” ujarnya.
Diskusi yang hidup sepanjang sesi dinilai sejalan dengan tujuan pembelajaran Agenda 1 Latsar, yakni meneguhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa serta bernegara.
Semarang, 21 Januari 2026 — Dari ruang widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Jawa Tengah, Muh Khamdan, menegaskan peran strategis aparatur sipil negara (ASN) dalam membaca dan merespons dinamika lingkungan strategis kebangsaan Indonesia. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) yang diikuti 20 peserta tenaga medis dari sejumlah rumah sakit umum pemerintah (RSUP), Rabu (21/1/2025). Menurut Khamdan, ASN dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang dalam analisis isu strategis agar mampu menjalankan peran sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus pemersatu bangsa.
Agenda sikap dan perilaku bela negara menjadi substansi yang menyedot antusiasme peserta. Diskusi berkembang dinamis, menautkan praktik profesional tenaga kesehatan dengan nilai kebangsaan. Yuyun Azizah Kudadiri dari BPFAK Medan mengangkat fenomena “Jamu Party” di kalangan Generasi Z sebagai pintu masuk penguatan kearifan lokal dalam promosi kesehatan. Sementara itu, Nirwana Safitri dari RS Harapan Kita Jakarta, memaparkan pentingnya integrasi medis dalam penanganan bencana sebagai wujud kolaborasi lintas sektor.
Bahasan lain menyoroti strategi komunikasi publik dan kemandirian kesehatan nasional. Shabrina Mutya Sari dari Poltekkes Tanjung Pinang menekankan peran media publikasi dalam penyadaran kesehatan yang akurat dan beretika. Adapun Sita Devi Anggraeni dari RSUP Kariadi Semarang menggarisbawahi penggunaan produk obat dan alat kesehatan buatan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan industri kesehatan nasional. Ragam perspektif tersebut memperkaya pemahaman peserta tentang bela negara dalam konteks kerja profesional sehari-hari.
160.jpg278.56 KB Khamdan menutup sesi dengan mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan potensi hayati, alam, dan sosial yang besar, akan selalu dihadapkan pada ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Karena itu, setiap ASN perlu membekali diri dengan kemampuan analisis isu strategis kebangsaan. “Kesadaran ini akan menuntun ASN untuk hadir secara utuh, menjaga kepentingan publik, melayani dengan integritas, dan merawat persatuan,” ujarnya.
Diskusi yang hidup sepanjang sesi dinilai sejalan dengan tujuan pembelajaran Agenda 1 Latsar, yakni meneguhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa serta bernegara.